Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Aku Sedang Tidak Pamer

Mendengar cerita tentang keberhasilan orang tua mendidik putra-putri mereka menjadi sosok yang sukses di kemudian hari, membuatku ikut merasa bahagia. Dada rasanya ikut melambung mendengar kesuksesan yang telah diraih. Dan sebagai orang yang masih belajar menjadi orang tua. Aku memerlukan nutrisi yang banyak supaya aku pun bisa mendidik putri kecilku untuk bisa meraih kesuksesannya kelak. Tentunya kesuksesan dunia akherat. Itulah harapan setiap orang tua untuk anak-anak mereka.

Seperti beberapa waktu yang lalu. Saat itu udara lumayan panas, seorang teman guru menghampiri mejaku saat istirahat kedua.

“Bu, aku lagi bahagia sekali hari ini,” aku pun segera menghentikan aktifitasku di depan laptop. Kupandangi wajah beliau sembari tersenyum. Kemudian beliau melanjutkan ceritanya.

“Aku sedang tidak pamer, aku cuma ingin bercerita. Hari ini anak sulungku telepon katanya dia diusulkankan menjadi Kepala Program Studi di Fakultas tempat dia sekarang mengajar. Kemudian mantuku yang nomer dua mengirimi foto-foto pelantikan anakku sebagai pegawai berdedikasi paling baik. Sementara anak bungsuku mengabari bahwa dia mendapat kepercayaan dari bos-nya untuk menyelesaikan proyek baru lagi. Pokoknya aku lagi bahagia sekali.”

Mendengar ceritanya, dada ini ikut melambung merasakan kebahagiaan temanku yang satu ini. Guru senior yang sebentar lagi akan mengakhiri masa kerjanya sebagai seorang pendidik. Pengalaman dalam mendidik anak-anaknya sering dia bagikan padaku. Dan itu nutrisi yang baik untukku.

Aku masih ingat dia pernah bercerita tentang bagaimana dia harus menjalani perannya sebagai ibu sekaligus guru yang mendapatkan SK penempatan pertama di sekolah nun jauh disana. Padahal saat itu dia mempunyai dua balita. Sampai-sampai dia harus menangis karena terlalu lama berada di sekolah sehingga ASI-nya menjadi tidak produktif dan akhirnya anak-anaknya pun tidak mau ‘nenen’ ibunya. Perjalanan berganti tiga kendaraan umum untuk sampai di sekolah dia jalani selama 15 tahun. Bahkan katanya supir bus pun sampai hafal dengannya.

Tidak hanya sampai di situ, ketika anak-anaknya sedang membutuhkan biaya pendidikan yang lumayan besar, usaha suaminya bangkrut. Bahkan mobil mewah yang baru dibeli ikut raib. Dia pun ikut menanggung hutang suaminya. Pun ketika akhirnya segala kebutuhan hidup rumah tangga dia yang menanggung. Suaminya sudah tidak mempunyai usaha apapun karena faktor usia yang sudah semakin menua.

Dia menjalani dengan ikhlas. Sebagai ibu sekaligus kepala keluarga. Jarang saya dengar dia mengeluh. Pada waktu sakit dia tetap mengajar. Dedikasinya terhadap pekerjaan perlu diacungi jempol. Walaupun termasuk generasi guru tempoe doeloe dia tetap semangat belajar untuk bisa menggunakan laptop.

Maka ketika sekarang ketiga anaknya sudah berhasil, aku adalah orang pertama yang ikut merasakan kebahagiaan dia. Kebahagiaan yang diraih dengan tangis dan keringat. Dengan segala cerita menyedihkan yang dia bagikan padaku. Cerita tentang kesabaran seorang ibu yang berbuah manis.

Patikraja, 12 Oktober 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salah satu dari sekian banyak "Wonder Women". Sangat menginspirasi. Bersakit-sakit dahulu, sekarang tinggal memetik manisnya buah dari usaha beliau. Jazakumullah khoiron katsiro untuk kisah inspiratif ini. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.....bunda.

12 Oct
Balas

Njih bunda pengalaman yang bisa dijadikan teladan untuk para orang tua dalam mendidik anak-anak.Barakallah bunda

12 Oct

Keren bu, sejatinya itu bukan psmer, tp tahadus biikmah. Selamat dan sukses. Barakallah

12 Oct
Balas

Terima kasih atas kunjungan bunda. Barakallah

12 Oct

Ikut senang mendengar kabar kesuksesan ortu dalam mendidik anak. Di situlah kebganggaan ortu.

12 Oct
Balas

Njih Pak betul sekali

13 Oct

Salam buat ibu yang sudah sukses mendidik putra-putrinya....

12 Oct
Balas

Siap

12 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali