Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Muhammadiyah Patikraja Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Alarm yang Membuat Adem

Alarm sebuah tanda yang biasanya orang gunakan untuk mempermudah melaksanakan aktivitas sesuai jadwal yang dikehendaki. Demikian pula dengan saya, memasang alarm adalah hal yang penting dilakukan terutama kemarin sewaktu bulan Ramadhan. Alarm yang disetel pada pukul 03.30 dini hari sangat membantu saya untuk melakukan aktivitas ibadah di bulan yang penuh barokah tersebut. Terlebih membantu saya untuk tidak kesiangan makan sahur. Meski terkadang berat mata ini untuk membuka.

Sampai hari ini alarm tersebut masih dalam posisi on. Kemarin pagi suara nyaringnya membangunkan saya dari tidur yang lumayan lelap. Kecapaian beraktivitas di siang hari membuat tidur malam begitu nyenyak. Terbangun dalam kondisi kaget, melihat jam di HP menunjukan pukul 03.45, padahal rencana ingin bangun lebih awal lagi. Agendanya adalah menyetrika baju.

Sementara itu jam dinding masih menunjukan pukul 01.45. Dalam hati bergumam, "jam dinding kok telat sampai dua jam". Sembari menyetrika mata terus memantau jam di HP. Menyetrika baju si kecil menjadi prioritas. Jika waktu mencukupi baru baju saya dan suami. Waktu terus berjalan tak terasa jam sudah menunjukan pukul 04.30. Merasa sedikit aneh kenapa belum ada tanda-tanda suara adzan berkumandang ya?, batin saya bertanya-tanya.

Tepat pukul 05.00 jam di HP sementara jam dinding di ruang tengah menunjukan pukul 03.00, keheranan saya semakin bertambah kenapa tidak ada yang adzan? Biasanya mushala dekat rumah adzan shubuhnya paling awal dibandingkan mushala yang lain. Kenapa ini kok belum adzan? Padahal suara kokok ayam pun sudah terdengar dari tadi.

Dalam keheranan, saya teringat ucapan suami sore hari kemarin. "Na, jam di HP ibu kok kecepeten ya?", ucap suami kepada si kecil setelah selesi video call dengan tante dan budhenya. Dari situ barulah saya 'ngeh', pantesan belum adzan shubuh lha baru pukul 03.00 je...Akhirnya kulanjutkan menyetrika baju hingga selesai.

Alhamdulillah gara-gara jam di HP waktunya salah, saya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas. Kesalahan yang membawa hikmah. Kesalahan yang membuat hati adem. Setrikaan baju tiga hari akhirnya selesai. Adem mata ini melihat baju sudah rapi di lemari masing-masing.

Edisi menulis kembali.

Patikraja, 18 Juni 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mid night.. Ok

18 Jun
Balas

Siap Pak Tanto

18 Jun

Subhanallah, kesalahan membawa hikmah tersendiri. Loh ini aku kementar baru jam 02.50 hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

18 Jun
Balas

He..he...komentar jam berapa pun tak masalah Bunda... Terima kasih selalu berkunjung...Barakallah

18 Jun

Alarm membawa berkah. Jadi kelas tugas nyetrikanya. Sehat selalu bun.

18 Jun
Balas

Betul Bunda alarm yang membawa berkah...barakallah

19 Jun

Yuk ah...Tidur dulu...Alarm badan minta istirahat...

18 Jun
Balas

Ini sudah bangun Budhe

18 Jun

Mantap Bun kelar setrika annya

18 Jun
Balas

He...he...benar Bunda kelar semuanya

18 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali