Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Arti Kebahagiaan

Arti Kebahagiaan

Kuakhiri aktifitasku hari ini di sekolah dengan kegiatan rapat perguruan muhammadiyah. Agenda rutin yang dilaksanakan sebulan sekali kali ini terasa ada yang istimewa bagiku. Ada sesuatu yang kudapatkan disini. Tidak hanya sekedar materi tapi ada makna hidup yang dapat kuselami darinya. Jadi daripada hanya disimpan dalam hati lebih baik kutuliskan dalam sebuah tulisan. Semoga ada manfaatnya bagi orang lain. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Muchamad Khoiri dosen sekaligus pegiat literasi : “Mencintai kata itu bukan hanya membatin atau memikirkan, melainkan juga mengakrabinya setiap waktu, bahkan mempelajari dan menggunakannya. Mencintai kata adalah mempelajari, mengembangkan, dan mempraktikkannya--bukan hanya dalam ungkapan lisan, melainkan juga ungkapan tertulis”. Berikut ungkapan tertulis yang bisa kubuat. Sebagai wujud belajar mencintai kata.

Acara demi acara kuikuti dengan menahan perut yang sudah lapar. Bekal beberapa suap nasi sarapan tadi pagi ternyata tidak cukup untuk menahan cacing diperut untuk diam mengikuti kegiatan ini. Cacing yang ada diperut berteriak-teriak minta untuk diberi makan. Alhamdullilah sampailah pada acara lain-lain. Kulihat beberapa panitia mulai mengeluarkan suguhannya. Segelas teh manis hangat cukup membuat cacing diperut sedikit anteng. Kemudian keluarlah menu utama siang ini. Yaitu semangkok bakso yang menggoda. Cacing diperut masih harus bersabar karena bakso tidak bisa langsung disantap. Ada acara ribet yang harus dilakukan supaya bulatan-bulatan daging tersebut masuk me dalam kerongkonganku. Bagaimana tidak ribet, dalam satu mangkok ada 4 jenis bentuk makanan yang dibungkus dalam kantong plastik. Satu plastik berisi bakso beserta kuahnya yang sudah diberi kecap, terlihat dari tampilannya yang berwarna coklat. Plastik berikutnya berisi mie kuning dan mie putih. Dilengkapi dengan satu bungkus krupuk dan satu buah ketupat.

Yang pertama saya lakukan adalah memotong-motong ketupat dengan sendok, kemudian plastik yang berisi mie kubuka baru kemudian membuka plastik yang berisi bakso dan kuahnya. Alhamdullilah segarnya bakso bisa kunikmati dengan kriuknya krupuk sebagai pelengkap menu makan siangku kali ini. Sambil menikmatinya kuperhatikan peserta rapat yang lain. Ternyata masing-masing peserta mempunyai cara yang berbeda untuk bisa menyantap suguhan dari panitia. Ada yang membuka plastik berisi bakso dan kuahnya baru kemudian memasukkan mie dan ketupatnya. Ada juga yang memotong-motong krupuk dulu baru kemudian membuka bungkus mie dan selanjutnya memasukkan bakso dan kuahnya sementara ketupat dimakan terpisah. Dan ada beberapa cara lain yang dilakukan peserta rapat untuk bisa memindahkan makanan lezat tersebut supaya bisa masuk kedalam perut. Yang kesemuanya mempunyai satu tujuan yaitu membuat perut kenyang.

Seperti itu juga kehidupan. Banyak cara seseorang untuk bisa meraih kebahagiaan hidup. Dan masing-masing orang mempunyai cara yang berbeda. Ada yang dengan penuh kegigihan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Ada juga yang biasa-biasa saja dalam meraihnya, menggunakan prinsip “alon-alon asal kelakon”. Pelan-pelan tapi terwujud. Atau bahkan ada yang tanpa melakukan apapun kebahagiaan itu sudah dia dapatkan. Tapi yang jelas kebahagiaan hidup di dunia itu tidak sekedar dilihat dari banyaknya harta, banyaknya anak atau tingginya kedudukan seseorang. Kebahagiaan itu terletak didalam hati. Banyak harta tetapi tidak bahagia ada yang seperti itu. Atau banyak anak tetapi anaknya susah diatur, akhirnya membuat orang tua susah. Ujung-ujungnya menjadi tidak bahagia. Atau bahkan ada yang kemudian berusaha bunuh diri karena ketenarannya. Siapa yang tidak kenal Katy Perry penyanyi terkenal kelas dunia. Ternyata dia pernah melakukan percobaan bunuh diri gara-gara merasa tertekan dengan manajemen artisnya yang menuntut dia untuk berperilaku tidak sesuai kehendaknya.

Kembali lagi kebahagiaan terletak di dalam hati. Jika hati kita bahagia semua akan terasa indah. Sebaliknya jika hati tidak bahagia semua akan terasa tidak menyenangkan. Dan bahagia itu ternyata sederhana. Melihat gadis kecilku begitu bahagia ketika ibunya pulang membawakan baju berwarna merah bergambar kartun kesukaannya. Gaun yang langsung dia pakai kemudian sambil tertawa-tawa dan berputar-putar dia berkata “putri hana…… putri hana”. Serasa melihat putri sungguhan hati ini terasa adem…nyes.

Patikraja, 9 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tentang putri berbaju merah..., bisa jadi bahan tulisan lagi....

12 May
Balas

He..he..berusaha menangkap ide bu Mien

14 May

Semoga bahagia selalu bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

09 May
Balas

Terima kasih bunda. Barakallah

09 May

Bagus sekali bunda, saya terbawa alur cerita, apalagi baksonya......

09 May
Balas

Terima kasih mba..

09 May

Sehat selalu dan bahagia bunda,, salam untuk keluarga tercinta

12 May
Balas

Terima kasih bunda

14 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali