Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Awas! Hati-hati dengan Gurusiana

Untuk para gurusianer agaknya perlu hati-hati dengan Gurusiana. Banyak sudah gurusianer yang menjadi korban. Korban atas rayuan Gurusiana yang begitu dahsyat. Rayuan maut yang sulit sekali untuk menolaknya. Rayuan yang membuat gurusianer jatuh cinta.

Coba kita simak kutipan tulisan berikut ini.

“Bila sudah bercengkrama dengan gurusiana, aku bisa lupa waktu, bahkan dapat meninggalkan kegiatan yang lain, karena hati dan pikiranku sudah dirasuki dan tertawan oleh gurusiana”.

Ungkapan hati dari seorang gurusianer bernama Ibu Siti Ropiah yang beliau tulis dalam sebuah tulisan berjudul “Dilema Karena Gurusiana”. Menunjukkan bahwa Gurusiana telah berhasil merayu Ibu Vivi panggilan dari Ibu Siti Ropiah sehingga beliau pun enggan untuk meninggalkan Gurusiana. Karena hati dan pikirannya telah terpaut pada blog ini.

Belum lagi ungkapan dari penulis populer Bunda Raihana Rasyid dalam tulisannya berikut ini,

“Tidak ada jalan lain, bu Arin memutuskan untuk “rehat” sejenak dari “blog menulis” yang menjadi “ajang” baginya untuk menjadi “guru pembelajar”. Berat rasanya, namun pilihan memang harus diputuskan.”

Atau tulisan dari Ibu Rini Yulianti berikut ini,

“Saya merasakan jatuh cinta dengan menulis ketika memasuki blog gurusiana. Banyak hal yang membuat saya terpesona dengan menulis.”

Lihatlah dari dua tulisan tadi, betapa Gurusiana telah membuat bunda Raihana begitu berat untuk meninggalkan blog menulis ini. Tapi demi alasan kesehatan beliau pun harus rehat sejenak. Atau Ibu Rini Yuliati yang merasa jatuh cinta dengan pesona Gurusiana.

Ya, Gurusiana telah berhasil merayu para gurusianer dengan pesonanya. Pesona yang begitu indah. Pesona yang membuat para gurusianer selalu ingin menulis dan menulis lagi. Menghiasi blog ini dan meramaikannya dengan tulisan-tulisan indah mereka. Oh begitu menggodanya Gurusiana. Sampai sampai aku pun merasakan jatuh cinta lagi.

“Jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Jatuh cinta kepada Gurusiana. Jatuh cinta untuk kembali menulis. Menulis tentang semua rasa yang ada di hati.”

Itulah ungkapan-ungkapan dari para gurusianer yang bisa saya kutip. Kenapa hanya gurusianer perempuan? Bagaimana dengan gurusianer laki-lakinya? Apakah mereka merasakan hal yang sama? Mungkin saja tapi seperti yang pernah diungkapkan bunda Raihana bahwa laki-laki pintar menutupi perasaannya. Tapi saya rasa semua gurusianer pun merasa punya ikatan dengan blog keroyokan ini.

Wallahu’alam bi showab

Patikraja, 24 September 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Alhamdulillah Masih sempat berkunjung dan menyapa Bu Dyahni Salam Gurusiana

24 Sep
Balas

Alhamdulillah salam juga bunda. Bunda lama tidak menulis di Gurusiana?

24 Sep

pesona itu..luar biasa, Bun !

24 Sep
Balas

Bapak merasakannya juga?

24 Sep

Keren....judul yg memaksa orang mampir

24 Sep
Balas

Mencoba membuat judul yang membuat orang mampir Bu Mien. Terima kasih Bu Mien bersedia mampir juga

24 Sep

Virus Gurusiana bisa " mencengkeram" siapa saja...hehehe. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

24 Sep
Balas

He he he benar bunda. Jazakillah bunda

24 Sep

Tulisan ini benar-benar Gila! Gila kerennya. Kalau Ibu mau tahu, saya termasuk laki-laki yang sudah kesengsem oleh gurusiana. Kalau Tak salah saya gabung gurusiana mulai Juli 2018. Dan saya sudah menghasilkan tulisan sekitar 40 judul. Virus apa yang berhasil menjangkit ke tubuh Saya? Padahal saya bukan alumni Sagusabu. Tolong jawab Bu! Siapa yang bertanggung jawab? Hahaha..

25 Sep
Balas

Tanggung jawab siapa hayo? He he hem

25 Sep

Rayuan maut yang tidak bisa dihindari....membuatku terjatuh dalam jurang cinta yang sangat dalam dan sulit untuk keluar.....

24 Sep
Balas

He he he muncul juga puisinya

24 Sep

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali