Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Muhammadiyah Patikraja Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya
BUKAN SEKADAR PERSIMPANGAN JALAN
Wikipedia

BUKAN SEKADAR PERSIMPANGAN JALAN

Mengendarai sepeda motor setiap hari. Memudahkan diriku berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Terutama dari rumah ke sekolah ataupun sebaliknya dari sekolahan ke rumah. Membuatku hafal dengan situasi jalanan sepanjang Wlahar-Patikraja ataupun Patikraja-Purwokerto.

Tapi bagiku berkendara tidak hanya sekedar menjalankan mesin motor dan berhati-hati mengendarainya supaya selamat sampai tujuan, lebih dari itu. Saat duduk manis di atas motor, ide menulis terkadang keluar begitu saja. Menjadikan tangan dan pikiran berseberangan kinerjanya. Tangan asyik mengatur ritme gas sementara pikiran mulai menari-nari tentang hal yang akan ditulis. Ah, terkadang tidak sadar kalau diri ini sedang di atas motor. Eh, tiba-tiba tangan harus nge-rem karena ada kendaraan di depannya...waduh.

Sebenarnya yang paling kusuka pada saat naik motor adalah saat berhenti di persimpangan jalan. Karena di desa maka pertigaan atau perempatan jalan tidak di lengkapi dengan lampu lalu lintas. Sang pengatur lalu lintas adalah Mas-Mas tukang parkir atau sering kami sebut 'Ogah'.

Menunggu Mas Ogah memberi aba-aba untuk segera jalan adalah momen dimana aku bisa mengamati setiap detik kejadian saat itu. Kejadian dari si Mas tukang parkir dapat uang receh dari pemilik mobil. Atau mungkin dapat lembaran berwarna abu-abu bergambar pahlawan Pattimura. Atau sebatang rokok filter yang berpindah tangan. Wuih semua terekam oleh mata.

Bahkan sampai tingkah 'nyleneh' si Mas Ogah pun menjadi pemandangan yang unik bagiku. Bagaimana tidak unik coba? Memakai jelana jeans ketat dilengkapi dengan hem kotak-kotak dan tidak ketinggalan topi cowboy menempel di kepala. Unik bukan? Jika kebetulan pas Si Cowboy jadi tukang parkir, aku hanya bisa tersenyum melihat penampilannya. Bahkan pernah galfok alias gagal fokus. Disuruh berhenti eh aku malah jalan he..he

Semenjak pertigaan Gunung Tugel mulai ramai oleh kendaraan. Ada satu sosok tukang parkir yang kurindu. Dia bisa dikatakan orang yang terbelakang mentalnya. Tapi dia pulalah yang ikhlas membantu para pengguna jalan saat itu. Dengan kemampuannya yang terbatas. Orang-orang terbantu dengan keberadaannya di pertigaan itu. Senyum ramahnya mengembang kepada setiap pengguna jalan. Dia pun hafal dengan pengendara yang langganan melintas di pertigaaan itu. Karena saat itu jalanan belum seramai sekarang.

Ah, hidup memang kejam untuknya. Dia yang ikhlas dia pula yang tersingkir. Sekarang ramainya pertigaan Gunung Tugel menjadi komoditas para pencari uang receh. Uang yang jika terkumpul bisa mencapai tiga ratus ribu sehari. Penjadwalan jam tukang parkir pun dilakukan tanpa si Mas yang kurindukan. Dia lama kelamaan disingkirkan. Kalah dengan para tukang parkir nyleneh dan berbadan besar. Ah, semoga hidupmu senantiasa bahagia, keikhlasnmu menjadi pahalamu kelak. Karena kutahu meski kau terlahir tidak sempurna tapi hatimu bersih.

Patikraja, 23 Maret 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Jasa pakOgah.. Ok. Bun.

23 Mar
Balas

Siap Pak...salam kompak

23 Mar

Iya bun, pilihan hidup, saat ada peluang mengapa tidak, toh mereka melakukannya sukarela tanpa memaksa. Saya juga pernah menulisnya tentang tema pak ogah istilahnya timer. Terus menginspirasi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

23 Mar
Balas

Iya Pak...terima kasih untuk apresiasinya...barakallah

23 Mar

Persimpangan jalan yang penuh inspirasi. Bukan sekedar persimpangan jalan. Ternyata ada banyak ibrah yang bisa diambil dari sana. Mas Parkir, pasti Allah beri kebahagiaan dengan ketulusan hatinya. Salam sehat da sukses selalu, Bunda. Barakallah.

26 Mar
Balas

Betul Bunda...persimpangan jalan yang berkesan...Amin....jazakillah khoir untuk kunjungannya Bunda...barakallah

28 Mar

Keren ide nulis di pertigaan, hehehe. Sukses selalu dan barakallah fiik. Tapi bukan sekedar Bund, namun sekadar.

23 Mar
Balas

Iya Bun...sudah di revisi terima kasih koreksinya.

23 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali