Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Tamu Bulanan

Setiap bulan kami pasti mendapat tamu bulanan. Kenapa kami katakan tamu bulanan? Karena hampir setiap bulan dia berkunjung ke rumah kami. Bahkan tidak cukup hanya sekali. Dia bisa datang ke rumah kami dua atau tiga kali dalam sebulan.

Apa yang dia lakukan di rumah kami sampai begitu seringnya dia datang. Apakah dia pegawai PLN yang mengecek meteran listrik di rumah kami? Bukan. Ataukah dia tukang tarik uang? Bukan juga. Di desa kami tukang tarik uang adalah istilah untuk orang yang menagih hutang harian. Dan alhamdulillah kami tidak pernah terkait dengan tukang tarik harian tersebut. Lalu siapa dia?

Ya, dia sebut saja namanya Goras. Gadis desa yang sudah lumayan berumur tapi belum menikah sampai sekarang. Mungkin karena faktor keterbelakangan mentalnya sehingga sampai usia menjelang 50 tahun Goras belum menikah juga.

Penampilannya bisa dikatakan jauh dari rapi. Pakaian yang dikenakan ala kadarnya sekali. Karena memang dia berasal dari keluarga kurang mampu. Rambutnya entah pernah di keramas atau tidak. Setiap kali aku melihatnya rambutnya gimbal dan diikat sekenanya. Kemanapun seringnya tanpa menggunakan alas kaki. Kakinya terlihat kotor sekali.

Dan sejauh yang aku ketahui Goras tidaklah idiot. Ketika kuajak ngobrol dia masih bisa menjawab pertanyaanku dengan benar. Tapi entahlah kenapa orang di desa kami menganggap dia “tidak genap”. Itulah yang kemudian menimbulkan rasa iba di hati kami.

Setiap dia datang ke rumah selalu kami persilakan masuk. Dengan keluguannya dia pasti minta minum dan makanan yang kami punya. Kadang kami tawarkan juga untuk sekalian makan siang di rumah kami. Dan tanpa rasa malu dia pun melahap makanan yang kami berikan.

Setelah merasa cukup dia pun pamit pulang. Tak lupa kami beri dia uang untuk jajan atau makanan sekedarnya yang ada saat itu. Dengan cekatan dia mengambil uang itu dan segera memasukannya dalam kantong bajunya.

Entah mulai kapan dia jadi rajin berkunjung ke rumah kami. Pada waktu belum ada ‘si kecil’ Goras selalu kuajak ngobrol dulu sebelum diberi uang. Tapi sekarang dengan kesibukan mengurus si kecil. Setiap kali Goras datang langsung saja kuberi dia uang. Dia pun tidak protes, yang penting baginya adalah mendapatkan uang.

Bulan Ramadan kemarin kunjungan Goras ke rumah kami lebih sering. Karena sudah terbiasa kami pun langsung tanggap dan langsung memberi dia uang. Setelah itu dia langsung pamit pulang.

Itulah Goras tamu bulanan kami. Orang yang selalu minta uang setiap kali datang. Walaupun kadang menjengkelkan tapi mungkin ini cara Allah mengingatkan kami untuk selalu bersedekah.

Wallahu’alam bi showab




DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Dunia diciptakan Allah dengan lengkap dan beraneka ragam

02 Jul
Balas

Betul bunda..dan dengan keanekaragaman itu membuat kita semakin bersyukur

02 Jul

tempatku juga ada bun, mintanya tertentu. Kalau bukan yang ditunjuk tak mau menerima. Tapi nggak ngarani.

30 Jun
Balas

Ternyata memang selalu ada orang seperti goras di lingkungan masyarakat. Perlu ada empati dari tetangga yang lain

30 Jun

syukurlah bisa mbuka kran-kran rezeki dari Nya

30 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali