Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Muhammadiyah Patikraja Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Dimarahi Gegara Tarawih

Kemarin selepas menunaikan shalat maghrib, bergegas aku dan suami menjemput Hasna di rumah uthinya. Kedatangan sepupu yang tinggal di luar kota membuat hati Hasna girang. Merasa punya saudara yang asyik untuk bermain bersama. "Mainan sama Rafi asyik banget", begitu ucap Hasna dengan penuh keriangan.

Masuk ke dalam rumah uthi kudapati wajah tidak senang Hasna,

"Ibu, Hasna nanti mau tarawih. Ibu sama Bapak jangan ikut ya?"

Aku dan suami hanya tersenyum, sementara tantenya berkata,

"Ibu juga boleh ikut Mba."

"Ga boleh, ibu sama bapak ga boleh ikut tarawih. Ibu sama Bapak pulang aja sana!", ucap Hasna dengan muka ditekuk.

Entahlah kalau dengan sepupu yang satu ini. Hasna selalu terlihat mandiri tidak butuh bantuan ibunya. Akhirnya dengan kesepakatan yang lumayan alot ibunya diizinkan ikut tarawih. Sebelum berangkat ke mushala aku berpesan kepada Hasna.

"Hasna nanti kalau tarawih anteng ya? Tidak boleh ramai, tidak boleh jalan-jalan ya?"

"Iya, Ibu, jawab Hasna mantap.

Kebiasaan kalau ikut shalat jama'ah di mushala dekat rumah dia selalu tidak bisa tenang. Tenang hanya beberapa saat selebihnya dia lebih suka berjalan-jalan menengok shaf bapaknya kemudian balik lagi ke shaf ibunya. Lebih heboh lagi kalau bertemu Zara teman bermainnya, bakalan terjadi obrolan seru di tengah shalat. Tapi semangatnya untuk pergi shalat di mushala selalu kami syukuri. Setiap kali dia mendengar adzan dia akan berkata,

"Ibu, ayo Allah (shalat). Wudhu, sudah adzan tuh, nanti telat."

Ajakan yang membuat aku dan suami bergegas mengambil air wudhu. Kalau tidak bakalan mendapat omelan dari Hasna alias rengekan untuk segera berangkat ke mushala. Usianya baru 3,5 tahun tapi semangatnya selalu membuat kami orang tuanya takjub. Meski segala perjanjian maupun pesanku tak selalu diindahkannya.

Seperti tarawih tadi malam. Shalat isya berjalan tenang. Dia bisa mengikuti sampai salam. Shalat ba'diyah isya jantungku syer-syeran Hasna berjalan ke belakang. Kudengar dia bercakap-cakap dengan Winda teman bermainnya dekat rumah uthi. Hati sedikit lega. Seusai salam Hasna sudah ada disampingku kembali. Mukena dilepas, pindah ke shaf laki-laki mencari Rafi sepupunya.

Sebelum shalat tarawih dimulai. Kuminta Hasna untuk kembali ke sampingku tapi tidak, dia keukeh shalat di samping Rafi. Kubiarkan saja yang penting dia bisa tenang dan bisa menyelesikan shalat tarawih hingga delapan rakaat. Setelah itu Hasna pulang tentunya bersama aku dan Rafi sepupunya yang baru kelas dua SD.

Sampai di rumah uthinya kembali. Dia berencana esok akan ikut tarawih lagi. Entah akan ada kejadian apalagi di tarawih nanti malam. Semoga dia bisa tenang di dalam mushala. Tahun ini adalah pengalaman pertama Hasna shalat tarawih.

Patikraja, 6 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Memang dilematis mengajak anak kecil shalat tarawih.

06 May
Balas

Betul Pak Agus, dilematis yang bikin merigis. Terkadang hati pun menangis. Barakallah Pak Agus...selamat menunaikan ibadah puasa.

06 May

Biarkan Hasna terus ikut tarawih, Bunda. Saat ini, ia memang belum mengerti bagaimana bersikap seharusnya. Seiring berjalannya waktu, Hasna pun akan mengerti. Alah bisa karena biasa. Mbak Fahira, tahun lalu Uthi bawa tarawih juga. Tahun ini, karena kondisi Uthi yang belum fit betul, Uthi gak bisa bawa Fahira. Sementara Emaknya masih repot ngurusin Fakhril kecil. Sun sayang buat Hasna dari Uthi di Medan. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

06 May
Balas

Njih Bunda..insyaallah. Pembelajaran juga untuk Hasna. Salam buat mbak Fahira dan dhek Fakhril. Selamat menjalankan ibadah puasa semoga uthi dan keluarga senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan. Amin

06 May

Subhanallah, Hasna bikin gemez yah. Tapi biarlah saudariku, di masjid Madinah, anak anak dibiarkan untuk ikut salat, terkadang pas salat, pas pada nangis, seru jadinya. Sukses selalu dan barakallahu fiik

06 May
Balas

Betul Bunda Pipi.....pembelajaran untuk Hasna. Sehat dan sukses selalu juga untuk Bunda

06 May

Hasna lucu dech bun, jangan pernah dilarang anak-anak ke masjid atau mushola karena akan membuat anak takut dan tidak suka ke masjid atau mushola. Namanya juga anak seiring dengan waktu juga akan bisa ngikuti seperti orang dewasa. Ih ngegemesin . Barakallah bun sht dan sukses selalu.

06 May
Balas

Siap Miss Rita..barakallah...sehat dan sukses juga untuk Bunda Rita

06 May

Pengalaman shalat terawih pertama memang anak-anak membludak di Masjid Al Hiyah dekat rumah. terganggu dengan anak-anak ketika jadi imam. Tadi malam agak tenang rupanya mereka diberikan tempat khusus dan ada yang memandunya. Barakallah Ibu Dyahni sehat selalu

06 May
Balas

Mestinya seperti itu njih Bah...supaya anak-anak tetap bisa belajar tanpa mengganggu jamaah yang lain. Barakallah Abah

06 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali