Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya
Gangguan Menulis

Gangguan Menulis

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti pernah dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sulit. Yang kemudian membuat kita tidak bisa melaksanakan tanggung jawab atau kewajiban. Berbagai macam alasan dikemukakan demi untuk menutupi kekurangan diri. Berharap orang lain dapat mengerti keadaan kita. Setelah itu kita merasa aman dari tanggung jawab atau kewajiban tersebut.

Sebenarnya tidak ada alasan apapun untuk lari dari tanggung jawab. Tentunya jika kita mau berbesar hati menerima kekurangan kita sendiri. Kekurangan yang sebenarnya bisa kita tutupi dengan cara yang memang hanya kita yang tahu. Jadi tidak perlu orang lain harus mengerti keadaan kita. Kitalah yang harus pandai mengatur diri kita sendiri. Sehingga semua tanggung jawab atau kewajiban dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.

Seperti itu juga dengan menulis. Sebenarnya tidak ada alasan apapun untuk tidak menulis. Sibuk banyak pekerjaan atau tidak ada waktu untuk menulis adalah alasan yang paling gampang kita lontarkan. Walaupun saya belum pernah membaca buku bapak Muchamad Choiri yang berjudul SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan. Tapi saya setuju bahwa sesibuk apapun sebenarnya kita tetap bisa menulis. Tinggal pintar-pintarnya kita membagi waktu.

Jika sudah berusaha membagi waktu tapi masih belum bisa menulis. Lha ini baru namanya gangguan menulis. Seperti yang saya alami tadi siang. Daripada bengong menunggu siswa yang sedang mengikuti KSM (Kompetensi Sains Madrasah), saya sudah berniat untuk menulis. Kutekan keybord pada hp bersiap menuliskan ide yang menari-nari di kepala.

Belum ada satu paragraf gangguan menulis datang. Pak Slamet rekan guru matematika datang menghampiri saya “Gimana kabarnya bu Dyah?”. “Alhamdullilah sehat”, jawabku sembari menghentikan aktifitas menulis. Akhirnya saya pun terlibat obrolan ringan dengan pak Slamet.

Ketika asyik mengobrol datanglah bu Widi. Guru matematika yang mempunyai pekerjaan sampingan berdagang. Barang dagangannya banyak, hampir segala macam barang kebutuhan rumah tangga dia punya. Dia tawarkan barang dagangannya lewat WA maupun secara langsung ketika ada acara seperti ini ataupun pada saat MGMP Matematika. “Bu, gimana mau tidak tasnya? Banyak pilhan warnanya lho”. Bu Widi mulai gencar menawarkan barang dagangannya.

Sebelumnya memang dia sudah japri mengirim foto tas-tas cantik. “Berapa harga bu Widi?, tanya saya berusaha menghargai semangatnya dalam menawarkan barang dagangan. “ Tiga ratus lima puluh”, jawabnya. Sudah deh, jika ibu-ibu berkumpul apalagi membahas masalah tas dan sepatu. Bakalan seru dan menyita waktu. Akhirnya pak Slamet pun pamit mengundurkan diri. He…he takut ditawari barang mungkin.

Selesai dengan bu Widi, saya siap-siap membuka hp kembali. Meneruskan tulisan yang tadi terhenti. Tapi kembali gangguan itu datang, dari ruang seberang segerombolan ibu-ibu yang sebagian sudah saya kenal. Memanggil nama saya “Bu Dyah sini gabung, disitu panas”. Tempat yang saya duduki sekarang memang berangsur panas.

Saya pun kemudian bergabung dengan ibu-ibu tadi. Kembali mengobrol kesana kemari sampai tidak terasa bel berbunyi. Itu tandanya waktu mengerjakan soal sudah selesai. Segera kuhampiri kelas dimana muridku berada. Kembali melanjutkan tugas mendampingi siswa mengikuti KSM.

Dan ternyata tulisan saya belum selesai juga. Saya masih dikalahkan oleh gangguan demi gangguan menulis.

Patikraja, 13 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salut tulisannya ....

13 May
Balas

Terima kasih pak SY. Tulisan pak SY lebih keren

13 May

Gangguan nulis sj bs jd tulisan segini panjang.... Eh...mb. itu spatunya bagus.....

13 May
Balas

Iya bu sepatunya memang bagus,saya juga pengin

13 May

Hmm...manis banget Bunda, gangguan menulisnya. Mohon ma'af lahir dan bathin. Selamat menjalankan ibadah puasa. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

13 May
Balas

Sami-sami bunda mohon maaf lahir dan batin. Semoga dapat melaksanakan ibadah puasa sebaik-baiknya Aamiin

13 May

Trnyt gangguan menulis malah bs jd tulisan.keren

13 May
Balas

Terima kasih bunda hanum

13 May

Trnyt gangguan menulis malah bs jd tulisan.keren

13 May
Balas

ringan dan renyah

13 May
Balas

Terima kasih bunda, salam kenal

13 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali