Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Gara-Gara Silaturahmi Gigi Anakku Tidak Jadi di Cabut

Silaturahmi mempunyai banyak sekali manfaat. Tidak hanya untuk menyambung tali silaturahmi dengan sanak saudara tetapi juga bisa untuk memanjangkan umur. Memanjangkan umur bukan berarti yang mempunyai jatah umur di dunia misalnya 80 tahun kemudian dengan silaturahmi umurnya menjadi lebih panjang 90 tahun. Bukan seperti itu, dalam perspektif Islam memanjangkan umur berarti membuat umur menjadi lebih barokah.

Apalagi di hari raya Idul Fitri seperti sekarang ini. Banyaknya saudara yang pulang kampung. Menjadikan momen lebaran menjadi hal yang sangat menggembirakan. Walaupun sebenarnya silaturahmi bisa juga dilakukan di luar hari raya Idul Fitri. Tetapi sepertinya sudah menjadi tradisi di Indonesia bahwa lebaran berarti mudik dan berkumpul dengan sanak saudara untuk bersilaturahmi. Walaupun saya tidak mudik tetapi saya pun merasa sangat senang jika lebaran tiba.

Seperti lebaran hari pertama kemarin, keluarga besar dari pihak ibu mengadakan acara silaturahmi. Saya beserta suami dan gadis kecilku menghadiri acara silaturahmi tersebut. Kebetulan saat itu gadis kecilku sedang sakit gigi. Sakit gigi yang diakibatkan karena terjatuh pada saat sedang bermain sambil berlari-lari. Jatuh terjerambab menyebabkan gigi depan bagian atas patah dan posisinya lebih masuk kedalam dibandingkan dengan giginya yang lain. Sakit yang dirasakan membuat dia tidak mau minum susu menggunakan botol susunya.

Nah kebetulan istri dari sepupuku berprofesi menjadi seorang dokter. Dia menyarankan supaya gigi gadis kecilku jangan dicabut karena masih merupakan gigi susu. Dia menyarankan supaya gigi yang sakit, dioles saja menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif. Menurut penjelasannya dengan rajin mengoles menggunakan pasta gigi, insyaallah gigi yang tadi mau patah akan kembali menjadi lebih kuat. Karena sepupuku tadi sudah mempraktekan untuk anaknya yang mempunyai kasus yang sama. Setelah dioles menggunakan pasta gigi sensitive giginya menjadi normal kembali.

Wah, saya mendapatkan tips seperti itu tentulah sangat senang. Karena saya pun khawatir jika sampai gigi gadis kecilku harus dicabut. Karena dia baru berusia 2,5 tahun. Silaturahmi memang mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya gigi gadis kecilku tidak jadi dicabut.

Banyumas, 19 Juni 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Gigi kuat Kalo dulu ngujinya dengan nggigit kepala ayam, ceker, dan menguliti tebu. Kalo sekarang tolong tanyakan bun. Pada keponakan.

19 Jun
Balas

He..he pak Sutanto bisa saja. Terima kasih atas kunjungannya

21 Jun

Untung saja belum dicabut ya, Bu. Mdh2an sakit gigi putri Ibu lekas sembuh.

19 Jun
Balas

Nggih,pak. Alhamdulillah belum dicabut..dan sekarang giginya sudah tidak goyang lagi.

19 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali