Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Gurusianer Tanpa Cerita

Nisa memandangi gawainya berkali-kali. Matanya menelusuri satu-persatu artikel yang ada di blog gurusiana. Sebuah blog yang beranggotakan guru-guru di seluruh Indonesia. Blog yang sudah menemani hari-harinya selama satu tahun terakhir ini. Bagi Nisa yang masih belajar menulis, menemukan gurusiana adalah suatu anugerah. Tidak hanya belajar menulis, gurusiana menjembatani dia untuk bisa berkenalan dengan sahabat-sahabat gurusianer yang ada di Medan, Surabaya, Cikarang dan daerah lainnya. Perkenalan yang berlanjut kepada sebuah persahabatan. Walaupun hanya sebatas di dunia maya tapi persahabatan ini memberikan kesan yang mendalam untuk Nisa.

Persahabatan yang tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap imbalan apapun. Persahabatan yang membuat dia semakin mengerti arti memberi. Kian hari gurusiana semakin menawan hatinya. Di waktu senggangnya dia berusaha menyambangi lapak teman-temannya untuk sekedar membaca dan meninggalkan jejak komentar. Itulah wujud silaturahimnya di gurusiana. Ketika kemudian anggota baru berdatangan, menghiasi gurusiana dengan tulisan indahnya, nyali Nisa menciut. Membaca tulisan-tulisan bernas dan berbobot dari para pendatang baru membuat Nisa tidak percaya diri.

Nisa sangat menyadari kemampuan menulisnya masih sangat terbatas. Dia merasa tulisannya masih ecek-ecek. Tulisan tentang kesehariannya, tulisan yang sangat sederhana. Membuat dia sering merasa malu. Malu untuk memposting di gurusiana. Setiap kali ada ide dan coba dituangkan dalam sebuah goresan, Nisa selalu menghentikannya di tengah jalan. Membaca ulang dan kemudian kembali dia merasa tidak percaya diri. Tulisannya sering tidak pernah selesai. Kebimbangan selalu menggelayuti hatinya. Dia merasa tulisannya biasa saja, sementara banyak tulisan di gurusiana yang cetar membahana. Nisa merasa dia tidak punya cerita. Tidak ada hal istimewa yang harus dituliskan. Kebimbangan yang selalu menghantuinya. Entah sampai kapan kebimbangan itu ada pada diri Nisa. Wallahu’alam bi showab.

Patikraja, 5 Desember 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salam salut dan hormat kagem Ibu Nisa. Jangan berhenti, teruslah berlari. Tak ada tulisan yang tak luar biasa. Karena sebuah karya pastilah hasil terhebat dari penulisnya. Seringan nitrogen, semudah angin menerbangkannya, itu justru ditunggu dan selalu dicari keberadaannya. Yang orisinal dan alami jauh lebih enak dinikmati dan menjadi kesukaan banyak orang. Matursembahsuwun bu Dyah, Ayu belajar banyak dari Panjenengan. Ayu masih jauh panggang dari api, tak lelah belajar berjalan, tak letih berlatih berlari.

05 Dec
Balas

Matur suwun bu Ayu, saya juga masih banyak belajar. Belajar dari ibu Ayu dan teman-teman gurusianer yang lain.Mari sama-sama belajar di rumah besar ini.

05 Dec

Terkadang bukan hanya Nisa yang tidak punya cerita. Saya juga bu, sempat merasakan tidak punya cerita sebagai gurusianer. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

07 Dec
Balas

Begitu ya Pak berarti Nisa ada temannya. Barakallah Pak Mulya. Sehat dan sukses selalu untuk bapak.

07 Dec

Ah.... merendah nih.....?

05 Dec
Balas

Ah bu Mien bisa aja.

05 Dec

Wah mulai merambah dunia cerpen ya Bu Dyahni, Nisa diajari nulis, ikut saja Sagusabu atau Sasisabu, pasti cepat bisa punya buku

05 Dec
Balas

Njih, Pak masih banyak belajar. Senangnya dikunjungi sama Pak guru, terima kasih. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah

06 Dec

Cerpennya bagus sekali... Semangat, Nisa

05 Dec
Balas

Terima kasih bu Nia, semoga Nisa bisa kembali semangat.

05 Dec

Bu Nisanya disuruh aja nulis kalau beliau tidak punya cerita untuk ditulis, mengapa tak punya cerita atau bagaimana mencari mencari cerita , njih bunda. Bu Nisa pasti bisa menceritakan mengapa dia tidak puntmya cerita. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

05 Dec
Balas

Njih bunda, terima kasih apresiasi bunda untuk Nisa. Salam sehat dan sukses selalu untuk bunda.

06 Dec

Aku pun merasakan hal itu saudariku, sampaikan pada Nisa, kisah nisa itu luar biasa, justru aku tak mampu membuat satu cerpen pun, tp aku nulis saja, gak peduli org mau bilang apa. Ups kok aku jadi curhat yah. Semangat saudariku. Sukses selalu dan barakallah

05 Dec
Balas

Latihan membuat cerpen bunda. Siap, bismillah untuk bisa semangat. Terima kasih untuk kunjungannya bunda.Barakallah

05 Dec

Nulis ...nulis..nulis...dengan atau tanpa cerita...semuanya menjadi sebuah kisah yang bisa dibaca oleh diri kita atau orang lain...Kutunggu tulisan selanjutnya...

05 Dec
Balas

Terima kasih bu dhe Rini.

05 Dec

Tulisan ibu selalu saya nikmati. Di tiap lapak sahabat ada jejak doa yg mendekatkan hati sahabat. Tetap sehat, semangat dan berkah utk ibu dan sahabat. Bersama-sama belajar di rumah besar, bu.

05 Dec
Balas

Terima kasih bu Fila yang selalu setia mengunjungi lapak ini dengan doa dan semangat

05 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali