Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Muhammadiyah Patikraja Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya
JANGAN GANGGU TEMAN SAYA!

JANGAN GANGGU TEMAN SAYA!

Melihat aktivitas mahasiswa yang sedang melaksanakan PPL di sekolah kami, mengingatkan saya akan peristiwa 16 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 2003. Saat itu, saya masih berstatus mahasiswa semester 7 pada sebuah universitas negeri di Surakarta. Orang lebih mengenalnya dengan sebutan UNS Solo.

Sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa jurusan FKIP untuk mengikuti PPL pada semester 7 ataupun semester 9. Saat itu saya mendapatkan lokasi PPL di SMA Batik Surakarta. SMA swasta yang terletak di daerah Kleco. Perlu waktu 30 menit untuk sampai sekolah jika menaiki bus dari tempat kost. Tempat kost daerah Pedaringan saya pilih, selain akses kendaraan lebih mudah, teman kost-nya juga mengasyikkan.

Target untuk menyelesaikan kuliah selama 4 tahun, membuat saya harus nyambi PPL sekaligus mengerjakan mata kuliah seminar matematika. Dua kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran. Berat badan turun drastis, 39 kg. Berat badan yang sangat tidak ideal untuk gadis berusia 23 tahun dengan tinggi 155 cm. Disebut kutilang, kurus, tinggi, langsing masih lumayan, lha ini kerempeng bro…he..he.

Bagi setiap mahasiswa calon guru, PPL selalu memberikan kesan yang mendalam dan tak mungkin terlupa. Pengalaman mengajar remaja usia 16-18 tahun telah membuat saya panas dingin. Mendapat pertanyaan kritis dari seorang siswi kelas 2 SMA, kalau sekarang kelas XI, membuat saya lupa semua materi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Untunglah guru pamongnya baik hati. Dia tidak membiarkan saya yang tengah kebingungan. Dia bantu saya menjelaskan pertanyaan siswi tadi. Oh, terima kasih Bapak.

Tapi yang lebih membuat saya panas dingin adalah saat harus menemani seorang kawan yang tengah PPL di SMA N 5 Surakarta. Memasuki ruang kelas dengan mengenakan seragam wajib, bawahan rok hitam dan atasan hem putih. Cuit…cuit…sapaan hangat kami terima ketika memasuki kelas. Semua mata tertuju pada kami. Dua orang gadis yang katanya calon guru. Segera saya duduk di bangku paling belakang sementara kawan saya langsung memulai pembelajaran.

Tapi agaknya siswa laki-laki di barisan belakang belum fokus dengan guru yang ada di depan kelas. Mereka masih fokus dengan gadis yang duduk di belakang mereka. Mencoba menggoda dan mengajaknya kenalan. Hingga akhirnya kawan saya pun berkata, “Jangan ganggu teman saya, lho,”. Para lelaki muda itupun hanya tersenyum tersipu-sipu.

Maka, jika sekarang ada PPL di sekolah kami dan para siswa laki-laki sering menggoda mba-mba PPL, saya anggap itu wajar. Karena dulu saya pun pernah mengalaminya. Romantika mahasiswa PPL.

Patikraja, 6 Maret 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wowwww, digodain anak SMA yah, hehehe. Abis badannya kecil sih, hehehe... Sukses selalu dan barakallah fiik

06 Mar
Balas

Bukan kecil Bunda...tapi...kerempeng...he..he...Barakallah

06 Mar

Ho..ho..ho...ternyata yah....

06 Mar
Balas

Hi..hi..ternyata pernah digoda sama anak SMA

06 Mar

Muride gedi-gedi ya, Bu... Cuit... Cuiittt...

06 Mar
Balas

Iya koh Bu...he..he..matur nuwun kunjungannya

06 Mar

Ada yang menggoda berarti ...Salam sukses Bunda.

08 Mar
Balas

Begitulah Pak Mardi...he...he

10 Mar

Hihihi... indahnya masa PPL.. sukses selalu bunda dan barakallah

06 Mar
Balas

Betul Bunda...terima kasih kunjungannya Barakallah

06 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali