Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Ketika Guru Menjadi Koki

Musim penghujan akan segera datang. Gerimis dan sesekali hujan turun menjadi tandanya. Membuat saya dan suami harus berpikir bagaimana menyelematkan pohon durian yang sudah mulai berbunga. Genangan air di kebun belakang rumah sering mengganggu perkembangan pohon durian yang buahnya selalu dinanti setiap tahunnya.

Dua tahun terakhir ini kami harus kecewa lantaran buah durian yang kelihatannya enak diluar ternyata setelah dimakan buahnya terasa dingin alias tanpa rasa. Terlalu banyak terkena air menjadi penyebabnya. Supaya kami tidak dikecewakan untuk yang ketiga kalinya, kali ini kami sudah antisipasi dengan memberikan pondasi di sekelililng kebun. Sehingga menghindari genangan air ketika musim hujan benar-benar telah tiba.

Sudah satu minggu ini kami memperkerjakan dua orang tukang bangunan. Dengan kehadiran mereka membuat saya harus memikirkan menu harian yang sedikit berbeda dengan menu di hari-harI biasa. Sekarang saya harus mempersiapkan juga menu “medangan” untuk jam 9 pagi dan jam 3 sore. Belum lagi menu makan siang yang bervariasi setiap harinya. Membuat otakku harus berpikir laksana koki yang sedang menyajikan menu spesial untuk pelanggannya.

Jika hari ini menunya oseng-oseng, besok menunya yang berkuah. Seperti itu bergantian setiap harinya supaya mereka tidak bosan. Walaupun sebenarnya mereka pun tidak akan protes ketika saya masak apapun. Tapi bagi saya kehadiran mereka yang sedang bekerja di rumah kami, harus diberikan pelayananan yang maksimal supaya mereka pun akan bekerja dengan maksimal pula. Ketika tuan rumah menghargai mereka. Saya percaya mereka pun akan menghargai kita dengan wujud pekerjaan yang tidak asal-asalan.

Menjadi koki bagi mereka merupakan hal yang menyenangkan. Walaupun saya harus bangun lebih awal untuk memasak makan siang dan juga “ medangan” buat mereka. Ataupun saya harus tergopoh-gopoh pulang ke rumah ketika istirahat kedua untuk menyajikan menu makan siang. Yang alhamdullilah mereka santap dengan lahap. Dan harus berangkat ke sekolah lagi dengan sebelumnya menyiapkan “medangan” untuk sore harinya. Rutinitas yang harus saya jalani satu minggu ini. Guru sekaligus koki.

Patikraja, 27 September 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Waah...ada durian, enak tuuh...hehehe. "Medangan" , nopo njih...bunda? Betul bunda, pasti "mas tukang" pada senang kerjanya, sehingga hasilnya sesuai harapan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

27 Sep
Balas

"Medangan" adalah istilah untuk saat istirahat para tukang dengan memakan kudapan atau makanan kecil bunda. Di medan mungkin istilahnya beda ya bun? Salam sehat dan sukses selalu untuk bunda juga

27 Sep

Sepertinya tahun ini, buah duriannya ajan banyak, bisa dikirim bu ke bekasi

27 Sep
Balas

He he mudah mudahan bunda

27 Sep

Selamat ya Bu atas profesi barunya..Chef Dyah..

27 Sep
Balas

He he profesi baru yang dijalani selama 8 hari saja Pak

27 Sep

Kutunggu durian yang manis....

27 Sep
Balas

Mudah-mudahan sesuai yang diharapkan berbuah manis dan lebat

27 Sep

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali