Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya
MATEMATIKA DZIKIR

MATEMATIKA DZIKIR

Sebagai hamba Alloh SWT sudah menjadi kewajiban kita untuk senantiasa mengingatNya di setiap saat dan setiap waktu apapun kondisi kita. Bagaimana cara mengingatNya?, yaitu dengan berdzikir. Seperti firmanNya dalam Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 41-42 yang artinya:

41. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah ( dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

42. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang

Dan dikuatkan lagi dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bertemu dengannya. Ia sedang menanam tanaman, lalu Rasulullah bertanya: “Wahai Abu Hurairah, apa yang sedang engkau tanam?”

Ia menjawab, “ Sebuah tanaman, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Maukah aku tunjukkan tanaman yang lebih baik dari ini? Tanaman itu adalah Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillalah, Wallahu Akbar, setiap satu kali bacaan, akan ditanam untukmu sebuah pohon di surga”.

Subhanallah ketika kita mengucapkan dzikir Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillalah, Wallahu Akbar yang artinya Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar. Setiap kita mengucakan satu kali maka Allah akan menanamkan satu pohon di surga.

Jika kita hitung secara matematis itu artinya jika 1 x mengucapkan 1 buah pohon. Berarti kalau 100 x sama dengan 100 buah pohon. Jika 100 buah pohon tersebut kita tanam dalam suatu lahan atau sebidang tanah dengan diberi jarak tertentu maka akan dihasilkan suatu luasan dengan ukuran 100 m x 100 m atau 10.000 m2. Padahal 10.000 m2 sama dengan 1 hektar. Kita dianjurkan supaya berdzikir pagi dan sore. Pagi 100 x dan sore 100x. Berarti dalam satu hari jika kita dzikir pagi dan sore itu artinya kita sudah menyiapkan tanah seluas 2 hektar di surga. Satu minggu 14 hektar, satu bulan 60 hektar. Satu tahun, sepuluh tahun dan seterusnya jika kita bisa rutin melaksanakan dzikir tersebut. Bisa kita bayangkan berapa luas tanah yang kita miliki di surga nanti. Maka marilah kita amalkan dan kita rutinkan dzikir tersebut sebagai bekal kelak di akherat. Amalan yang sederhana tapi berat untuk melakukannya. Semoga kita bisa istiqomah. Menulis saja bisa kenapa berdzikir tidak bisa?

Rumahku, 15 April 2018 (Edisi mengingatkan diri sendiri)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanallah..., jazakillah khoir sudah mengingatkan banget bunda. Baarakallah.

16 Apr
Balas

Sama-sama bunda saling mengingatkan..

16 Apr

Trims bunda untuk sharingnya.

16 Apr
Balas

Njih bunda...salam literasi dan salam kenal

16 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali