Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya
Prasangka Baik di Bulan Baik

Prasangka Baik di Bulan Baik

Berpikiran positif selama bulan Ramadan adalah hal yang tidak mudah. Berpikiran positif tentang segala hal. Tidak hanya terhadap diri sendiri tetapi juga orang lain. Berprasangka baik terhadap orang lain perlu latihan khusus. Karena sering kita menganggap seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Apa yang tampak di mata itulah yang kemudian menjadi penilain kita tentang kepribadian seseorang. Padahal tidak demikian halnya. Karena belum tentu orang yang berpenampilan seperti preman hatinya kasar juga seperti preman. Atau sebaliknya orang yang berpenampilan bersih dan rapi, belum tentu juga orangnya baik.

Menjadikan tampilan luar sebagai penilaian terhadap orang lain tidaklah sepenuhnya benar. Seperti yang saya alami kemarin siang. Karena ada kepentingan mengirimkan sejumlah uang kepada seorang teman. Jadilah saya memanfaatkan waktu di sela-sela kesibukan membuat nilai raport, untuk pergi ke ATM terdekat dari sekolahan. Dua minggu menjelang lebaran membuat supermarket di belakang ATM yang saya tuju penuh dengan kendaraan roda dua. Menjadi hal yang kemudian biasa adalah adanya “tukang parkir dadakan”. Kenapa saya katakan “tukang parkir dadakan” karena keberadaannya ada ketika bulan Ramadan saja. Setelah bulan Ramadan usai mereka pun menghilang begitu saja. Memanfaatkan momen bulan Ramadan untuk mengais rejeki sah-sah saja. Karena bulan Ramadan adalah bulan berkah bagi semua orang termasuk tukang parkir dadakan tadi.

Saya parkir motor di barisan paling belakang. Kepentingan saya hanya ke ATM tidak ada niatan untuk belanja ke supermarket. Dengan posisi di barisan paling belakang tentunya memudahkan saya untuk mengeluarkan motor nantinya. Tampak dua orang pemuda tanggung sibuk mengatur keluar masuknya motor. “Tukang parkir dadakan” tersebut keduanya menggunakan anting di telinga. Kesan kasar segera tertangkap oleh mata. Saya pun segera merogoh saku baju berharap menemukan receh untuk membayar parkir. Ternyata yang teraba hanya kartu ATM saja. Sembari menunggu antrian di ATM otak pun berpikir, apakah saya harus sekalian mengambil uang untuk membayar tukang parkir? Ataukah berkata jujur saja kalau saya tidak membawa uang.

Setelah selesai melakukan proses transfer yang memakan waktu tidak lebih dari tiga menit. Saya pun langsung mengambil motor di tempat parkir. Salah seorang pemuda mendekati saya.

“ Mas, maaf saya tidak bawa uang,” ucap saya sambil memasukkan kunci motor ke dalam kontak.

“ Oh, tidak apa-apa bu,” jawab pemuda beranting-anting dengan senyumnya yang menurut saya sangat ramah. Jawaban yang kemudian membuat hati lega karena tadi sempat berpikir bahwa saya bakalan dipaksa untuk membayar uang parkir. Wah, prasangka yang ternyata salah. Penampilan yang “sangar” tapi ternyata orangnya sangat ramah.

“Semoga ramai ya, Mas,” ucapku kemudian melaju meninggalkan tukang parkir dadakan tadi. Masih terdengar sayup-sayup dia berkata “Terima kasih,bu”

Pemuda yang baik, semoga rejekimu lancar di bulan Ramadan ini. Aamiin

Patikraja, 5 Juni 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

"Apa yg kamu anggap buruk, bisa jadi baik bagimu." Ibu sdh mengalaminya sendiri.

05 Jun
Balas

Benar bapak, perlu banyak latihan untuk selalu berprasangka baik kepada orang lain. Kadang seringnya menilai dari penampilan luarnya saja. Jazakillah khoir Pak Edi

05 Jun

Begitulah...bunda. Berprasangka baik sangat dianjurkan dalam agama kita. Berprasangka buruk selain akan membuat dosa, juga akan membuat terganggunya sistem saraf. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

05 Jun
Balas

Benar bunda...terima kasih. Barakallah

05 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali