Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya
Ramadan yang Ternoda

Ramadan yang Ternoda

Di belakang sebuah bangunan lama di sebelah timur pasar. Terlihat lelaki paruh baya sedang sibuk melakukan sesuatu. Di depannya ada tiga buah celana ukuran selutut berbahan kain jin's. Dan satu buah celana panjang dengan bahan yang sama.

Dalam posisi duduk lelaki tersebut melipat kaki kirinya. Kemudian dia tutup lipatan kakinya dengan memakai celana pendek selutut. Sehingga yang tampak hanya tempurung lututnya saja. Tidak cukup dengan satu celana pendek. Dia lanjutkan memakai dua celana pendek yang tadi sudah disiapkan. Benar-benar sekarang terlihat kaki kirinya hanya tinggal paha sampai lutut. Dan terakhir dia memakai celana panjang.

Sementara itu terdengar suara motor mendekati tempat dimana lelaki tersebut berada. Seorang lelaki tua berusia sekitar 60 tahunan turun dari motor. Motor matic keluaran terbaru dikendarai seorang gadis muda. Kepada si gadis lelaki tua itu berkata,

"Nanti Bapak dijemput di sini ya, Nduk?"

"Jam berapa, Pak?" jawab si gadis.

"Jam limaan sebelum buka puasa!"

"Baik Pak, aku pulang dulu ya," si gadis pun pergi meninggalkan laki-laki tua tadi.

Laki-laki tua yang membawa kantong kresek berwarna hitam dan kruk terbuat dari kayu bergegas mendekati lelaki paruh baya tadi.

"Assalamualaikum, Karso."

"Wa'alaikumussalam, Pak," jawab si lelaki.

Lelaki paruh baya yang dipanggil Karso tersebut, memperhatikan lelaki tua yang kemudian mengeluarkan baju kumal dari kantong yang tadi dibawanya.

Dengan sigap si lelaki tua mengganti baju bersihnya dengan baju kumal beserta peci hitam yang juga sudah kumal.

"So, nanti kamu mau beroperasi di mana?" tanya si lelaki tua.

"Di perempatan lampu lalu lintas, dekat terminal. Di sana biasanya ramai, apalagi bulan puasa seperti ini. Pasti banyak orang yang mau memberi uang. Tidak hanya receh, kemarin aku dapat lumayan banyak uang kertas dua ribuan dan lima ribuan," jawab Karso sambil tersenyum bangga dengan hasil mengemisnya kemarin.

Si lelaki tua tidak mau kalah, dia pun berkata pada Karso,

"Kalau aku target operasi nya ke rumah-rumah orang. Melihat kakiku yang pincang dan menggunakan kruk. Mereka pasti iba dan dengan sukarela memberi uang padaku. Mumpung bulan Ramadan kita manfaatkan saja untuk mencari uang." Katanya sambil terkekeh.

"Walaupun sebenarnya kita membohongi mereka ya, Pak?"

"Betul-betul, ha..ha..ha..."

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

"Ayo, So. Segera kita bergerak. Mumpung masih pagi!" kata si lelaki tua.

Dua orang pengemis berjalan beriringan menuju tempat tujuan masing-masing. Yang satu menggunakan kruk dan berjalan pincang sementara yang satunya terseok-seok menyeret badannya dengan menggunakan satu kaki. Dan bertumpu pada kedua tangannya.

Dua orang manusia yang mencari rezeki dengan cara yang tidak halal. Membohongi orang lain. Dengan memanfaatkan momen bulan Ramadan. Entah mereka sadar atau tidak telah menodai sucinya bulan Ramadan.

Banyumas, 23 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Astagfirullah adzim Semoga para pembohong itu segera menjemput taubat. Tulisan yang sarat akan makna. Sukses selalu bu Salam literasi

23 May
Balas

Aamiin semoga mereka segera taubat. Terima kasih bu Sarah

23 May

PR Indonesia, budaya malu perlu dibangun

23 May
Balas

Betul bu Mien...malu dan jujur

23 May

Tulisan yg bagus dan pembelajaran yg bgs pula. Smg kt mjd org2 yg tangannya di atas, bkn mjd org yg tangannya dibwh (dg alasan apapun). Aamiin. Salam ramadan...

23 May
Balas

Aamiin, terima kasih bu Dwi

23 May

Jadi serba salah jika ada orang yg meminta minta di jalan ya bunda,, di satu sisi takut memang benar mereka sangat membutuhkan pertolongan kita,, disisi lain... Yaaa.. Seperti itu lah

23 May
Balas

Begitulah bunda. Fenomena zaman now

23 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali