Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya
Sehari Setelah Membaca Tulisan Bapak Ahmad Syaihu

Sehari Setelah Membaca Tulisan Bapak Ahmad Syaihu

Seminggu yang lalu ketika membaca tulisan Pak Syaihu berjudul “Apakah Anda Pakai Batik Hari Ini? Saya baru mengetahui bahwa tanggal 2 Oktober adalah Hari Batik Nasional. Sebagai warisan budaya Indonesia, alhamdullilah batik sekarang sudah mendapatkan tempat di hati banyak orang. Tidak hanya para orang tua, anak muda zaman sekarang juga sudah menggunakan batik sebagai pakaian “gaul”. Dengan berbagai macam model baju, batik menjadi pakaian yang sangat elegan, modis dan pas dipakai semua kalangan.

Dan saya kembali harus bersyukur dengan adanya batik di Indonesia. Tepatnya tanggal 3 Oktober sehari setelah membaca tulisan Pak Syaihu. Saat itu saya sedang mengajar di kelas IX A tiba-tiba Bu Muji memberitahu jika ada tamu yang ingin bertemu dengan saya. Saya pun bergegas menuju ruang tamu. Dari kejauhan terlihat dua gadis tersenyum ke arah saya. Mba Anggit dan mba Maya menyalami saya dengan penuh ta’zim. Dua orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) jurusan pendidikan matematika yang mengadakan penelitian di MTs Muhammadiyah Patikraja. Mba Anggit mengadakan penelitian semester kemarin sementara mba Maya baru saja mengadakan penelitian di semester ini.

“Gimana kabar skripsinya mba?", tanya saya sambil tersenyum.

“Alhamdulillah sudah wisuda kemarin tanggal 29 September, Bu.” jawab mereka secara bersamaan.

“Syukurlah akhirnya selesai juga ya mba?”

“Iya bu, terima kasih atas bantuan ibu selama ini.” kata mba Anggit

Saya hanya mengangguk.

“Bu, sebagai wujud terima kasih kami. Ini ada sekedar bingkisan untuk ibu.”

Mba Anggit menyodorkan sebuah tas coklat bertuliskan “Batik Anto Jamil."

“Terima kasih ya mba. Semoga kedepannya mba berdua sukses menjadi guru matematika.”

“Nggih, Bu. Terima kasih.” Mereka pun pamitan pulang.

Setelah mereka pulang saya buka tas coklat tersebut. Sesuai dugaan saya tas tersebut berisi kain batik berwarna biru tua dengan dominasi warna hitam. Alhamdulillah batin saya rezeki tidak terduga. Jadi teringat ketika awal mereka memohon mengadakan penelitian di sekolah kami. Dengan sedikit memaksa mereka meminta waktu untuk mengadakan penelitian di kelas VIII A dan IX B secepatnya. Ternyata mereka berdua sudah mendapatkan peringatan dari pihak universitas karena sudah duduk di semester 14 tapi belum lulus juga. Sehingga waktu yang hanya beberapa bulan mereka harus segera menyelesaikan skripsi supaya tidak kena DO.

Tepat sehari setelah membaca tulisan Pak Syaihu saya mendapat kabar bahwa mereka tidak jadi di DO dan saya pun mendapatkan selembar kain batik khas Banyumas.

Patikraja, 9 Oktober 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Selamat menikmati Batik Anto Jamil, semoga manfaat barokah

09 Oct
Balas

Njih Pak, terima kaaih

09 Oct

Tak ada yang sia- sia , sekecil apapun ibadah kita.

09 Oct
Balas

Njih bu, betul. Terima kasih atas apresiasinya.

09 Oct

Alhamdulillaah dapat Batik Anto Jamil. Ngga nyangka ya Bu. Rejeki Ibu guru sholihah!

09 Oct
Balas

Njih pak Alhamdullilah, tidak menyangka sama sekali.

09 Oct

Langsung jahit sendiri kah .....

09 Oct
Balas

Masih di rumah. Bu dhe mau njahitin?

09 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali