Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Swasta di Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Menonton Film, Kenapa Tidak?

Lebaran identik dengan acara kumpul keluarga. Bersilaturahmi dengan sanak saudara dan handai taulan. Kegiatan yang biasanya dilakukan setelah sholat Idul Fitri hingga tiga atau empat hari sesudahnya. Lalu apa yang dilakukan setelah acara silaturahmi dan kunjung mengunjungi selesai?. Tentunya bagi yang masa cuti bersamanya telah selesai, akan segera kembali ke tempat kerjanya. Memulai aktivitas pekerjaan seperti biasa. Dan bagi yang masih mempunyai masa liburan yang panjang, kebetulan tahun ini libur lebaran bersamaan dengan libur akhir semester. Tentunya banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu liburan.

Rekreasi bersama keluarga adalah hal yang banyak dilakukan untuk mengisi waktu liburan. Mengunjungi obyek wisata menjadi pilihan yang tepat. Di samping untuk mengenalkan obyek wisata kepada anak-anak, rekreasi bisa juga untuk menyegarkan pikiran dan menghilangkan kepenatan. Sudah banyak jenis obyek wisata yang bisa dikunjungi. Ada wahana air, kebun binatang, taman bunga, taman reptil, pantai, gunung, dan masih banyak jenis yang lainnya. Tinggal mana yang akan dipilih tergantung selera masing-masing. Tapi yang jelas pada saat libur lebaran seperti ini yang namanya obyek wisata selalu kebanjiran pengunjung. Harus ekstra sabar mulai dari membeli tiket kemudian masuk ke setiap lokasi, bahkan sampai sholat pun harus siap antri. Dan untuk yang satu ini, saya lebih memilih untuk bersabar menunggu beberapa hari setelah lebaran. Dari pada harus berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya.

Untuk mengisi waktu libur disamping berkunjung ke obyek-obyek wisata bisa juga diisi dengan aktifitas lainnya yaitu menonton film. Hari kelima lebaran, kakak yang sedang mudik mengajak saya menonton film di bioskop. Katanya untuk rekreasi sekaligus untuk mengenalkan bioskop kepada anak-anaknya. Ternyata dua keponakan saya belum pernah menonton film di bioskop sama sekali. Jadilah sore itu kami meluncur membelah kota Purwokerto menuju ke Rajawali 21. Satu-satunya bioskop yang ada di Purwokerto. Udara yang lumayan sejuk membuat perjalanan kami lebih menyenangkan. Ditambah lagi dengan suara celoteh gadis kecilku membuat suasana semakin riang.

Sampai dilokasi sudah banyak sekali mobil maupun motor yang diparkir. Ada acara Meet and Greeting film Jaelangkung 2 di gedung sebelah kiri bioskop. Tujuan awal dari rumah adalah menonton film animasi berjudul Incredible. Kakak yang sudah geogling mengatakan film tersebut diputar pukul 16.30. Masuk ke dalam gedung sudah banyak yang sedang mengantri tiket. Sembari menunggu antrian kami berjalan-jalan sembari melihat film apa saja yang akan di putar hari ini. Ada empat studio yang bisa dijadikan pilihan. Ternyata film Incredible tidak tayang di jam 16.30 melainkan jam 13.15 dan jam 19.30. Kami pun urung membeli tiket. Keluar gedung sembari menikmati sejuknya udara sore itu.

Melihat jam tayangnya, kakak berniat untuk menonton besok saja. Saya disuruh untuk membeli tiket buat besok. Dari penjelasan petugas di bagian penjualan tiket. Tiket hanya di jual untuk hari itu juga. Jika ingin menonton film di jam 13.15, paling tidak harus mulai antri membeli tiket mulai jam 09.00. Karena di saat liburan seperti ini banyak sekali yang menonton. Akhirnya daripada bolak-balik kakak memutuskan untuk membeli tiket untuk jam 19.30. Alhamdullilah masih ada kursi yang kosong. Kami pun kemudian pulang terlebih dahulu untuk sholat maghrib dan makan malam.

Pukul 18.45 kakak kembali ke bioskop bersama dua anaknya dan adik saya. Jam tayang yang sudah cukup malam tidak memungkinkan untuk saya ikut menonton. Kasihan gadis kecilku. Jadinya saya pun meluncur pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang saya berhitung sendiri. Selama liburan bioskop ramai pengunjung. Jika dalam satu studio ada 100 orang penonton saja. Dengan harga tiket Rp 30.000,00 per orang, berarti satu studio sudah menghasilkan uang 3 juta rupiah. Empat studio 12 juta rupiah. Itu untuk satu kali penayangan. Kalau satu hari ada tiga atau empat kali tayang. Berapa jumlah uang yang diperoleh pemilik bioskop? Wow pasti fantastis. Libur lebaran ternyata banyak sekali uang berhamburan di bioskop.

Purwokerto, 20 Juni 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah, asyik ya bu dalam mengisi liburan sampai nonton bioskup juga. Bagi pemilik gedung bioskup jelas itu rezeki nomplok di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Asal pandai-pandai dalam mengelola pendapatan karena di kesempatan lain, bioskup bisa sepi penonton. Keren nih ceritanya.

21 Jun
Balas

Betul bu rejeki nomplok untuk bioskop. Terima kasih bu Eko atas kunjungannya.

21 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali