Dyahni Mastutisari

Lulusan FKIP UNS Solo Jurusan Pendidikan Matematika. Sekarang bertugas di MTs Muhammadiyah Patikraja Kabupaten Banyumas...

Selengkapnya

Desiran yang Mendebarkan

Ramadan tahun ini adalah ramadan pertama aku membawa gadis kecilku 'Hasna' yang baru berusia 3,5 tahun untuk ikut shalat tarawih di mushala dekat rumah. Meski ini bukan shalat jamaah pertama yang diikuti Hasna, karena biasanya ia pun kuajak ikut serta shalat maghrib di mushala, tapi sungguh tarawih tahun ini kulewati dengan jantung yang selalu berdegup kencang.

Tarawih malam pertama kulaksanakan di mushala dekat rumah uthinya Hasna. Shalat tarawih dengan sepupu dari luar kota membuat Hasna lebih bersemangat berangkat ke mushala. Meski di tengah jalan ia harus kehilangan uang untuk mengisi kotak infak. Shalat Isya berjalan dengan lancar, Hasna tenang mengikuti hingga rakaat terakhir. Pada rakaat pertama shalat tarawih dia meninggalkan shafnya, berjalan ke belakang. Jantungku mulai berdesir.

"Winda, kamu Allah (shalat) disini? ", kudengar celoteh Hasna yang ternyata bertemu dengan Winda teman ngajinya. Selanjutnya terdengar obrolan diantara mereka. Hati sedikit lega berharap Hasna akan lebih tenang di mushala karena sudah bertemu temannya.

Diluar dugaan, tak berapa lama ia pun kembali menghampiriku. Melepas mukenanya kemudian berjalan ke arah barisan shaf laki-laki. Mencari sepupunya 'Rafi'. Setelah bertemu dia pun duduk disamping Rafi. Sebelum shalat tarawih ronde kedua dilaksanakan, Hasna kuminta untuk kembali ke shafnya. Tapi dia tidak mau, duduk di samping Rafi hingga delapan rakaat shalat tarawih selesai. Setelahnya kami pun pulang. Shalat witir dilaksanakan di rumah.

Tarawih malam kedua kembali kuajak Hasna, kali ini shalat dilaksanakan di mushala dekat rumah. Letak mushala dekat jalan besar membuatku lebih khawatir, takut kalau sampai Hasna pergi ke jalan besar, terlebih posisi shaf kami ada di barisan belakang. Seperti malam sebelumnya Hasna hanya bisa tenang pada saat shalat isya selebihnya dia bejalan-jalan mencari teman bermainnya 'Zara'.

Tarawih malam ketiga kulaksanakan di rumah, Hasna tidur setelah shalat maghrib. Tidak bobo siang membuat dia kelelahan dan tidur lebih awal. Malam-malam berikutnya Hasna tetap kubawa shalat tarawih di mushala. Selalu ada saja kejadian yang membuat jantungku berdegup kencang. Seperti malam kemarin, aku harus lari tergopoh-gopoh ke luar dari shaf demi melihat Hasna berjalan mendekati jalan besar. Kekhawatiranku memuncak, kuajak Hasna pulang meski sebenarnya dia tidak mau. Biarlah shalat tarawih yang baru 4 rakaat berjalan kulanjutkan di rumah saja.

Ah, jika kuceritakan malam-malam tarawihku sesungguhnya aku malu. Shalat tidak sepenuhnya dilakukan dengan khusyu. Hati dan telinga terbagi dua. Fokus mendengarkan bacaan shalat imam serta menyakinkan keberadaan Hasna selalu ada disampingku. Maafkan aku Ya Robbi.

Jadi teringat postingan teman di akun fbnya beberapa hari yang lalu. Dimana dia memberikan sebuah gambaran suasana shalat tarawih di sebuah masjid besar di Turki. Terlihat para orang tua bisa khusyu shalat tarawih sementara anak-anak diberikan tempat yang begitu nyaman untuk mereka bermain tanpa harus menggangu aktivitas shalat orang tuanya. Kapan Indonesia bisa seperti itu? Wallahuu a'lam bi shawab.

Banyumas, 18 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Ramadan dan indahnya ibadah. OK Bun

18 May
Balas

Betul saudariku, macam di rumah sakit, ada tempat bermain anak saat nunggu dokter atau di showroom mobil, juga ada tempat bermain anak, agar anak tak rewel. Sukses selalu dan barakallahu fiik

18 May
Balas

He..he...Hasna comel..Budhe jadi kangen nih....Sun sayang buat si dempis ya...Muaaaach....

18 May
Balas
search